Vagina Terasa Sakit Ketika Buang Air Kecil atau Melakukan Hubungan Intim Di Sebabkan Oleh

Vagina Terasa Sakit Ketika Buang Air Kecil atau Melakukan Hubungan Intim Di Sebabkan Oleh berbagai faktor seperti seks atau masturbasi yang kasar, infeksi dari bakteri atau virus penyakit kelamin, dan lain sebagainya. Untuk infeksi dari bakteri penyebab penyakit kelamin biasanya akan di rasakan pada satu hingga dua minggu setelah bakteri mulai menginfeksi. Infeksi bakteri penyakit kelamin pada awal penulrarannya biasanya akan terjadi pada anggota tubuh yang hangat dan lembab termasuk saluaran kencing, leher rahim, dubur, hingga mulut dan tenggorokan. Gejalanya biasanya akan di rasakan pada satu hingga dua minggu setelah penularannya.
Cara mengatasi atau pengobatan terhadap gejala tersebut dapat di lakukan menggunakan beberapa cara dan salah satunya dengan meminum ramuan-ramuan tradisional dari tanaman-tanaman yang berkhasiat dan tentunya menggunakan takaran-takaran yang sesuai. Kami dari De Nature Indonesia berusaha memudahkan anda yang tidak sempat membuat ramuan tradisional ataupun susah mendapatkan tumbuhan yang berkhasiat dengan menyediakan obat herbal yang terbuat menggunakan tanaman-tanaman berkualitas dan di buat oleh tenaga ahli serta di bantu oleh peralatan yang modern untuk menjaga khasiat dari tumbuhan tertentu.
Penyebab Penis Lecet
1. Herpes genital
Ini adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang umum, namun sayangnya 80% dari individu tidak menyadari infeksi ini. Herpes genital disebabkan oleh virus Herpes simplex, yang biasanya diperoleh ketika melakukan kontak dengan permukaan mukosa seseorang yang terkena virus. Gejala untuk kasus ini adalah lecet pada penis atau bisul pada daerah genital kedua belah pihak dan dengan dasar yang merah. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, sehingga Anda hanya dapat mengurangi gejalanya saja.
2. Seks atau masturbasi yang kasar
Seks atau masturbasi yang kasar adalah salah satu dari banyak penyebab penis lecet. Kurangnya pelumas saat berhubungan seks atau masturbasi dapat menyebabkan lecet pada bagian batang penis dan juga pada kepala penis. Menghindari jumlah pelumas yang tidak memadai selama melakukan seks akan mengindari lecet. Luka ini akan sembuh sendiri dalam banyak kasus, sehingga tidak diperlukan perawatan.
3. Infeksi jamur
Memang benar bahwa jenis infeksi ini umum terjadi pada wanita, tapi ini juga bisa mempengaruhi pria. Infeksi ini menyebabkan lecet, kemerahan, gatal, dan bengkak pada penis. Lecet biasanya berwarna putih dan tebal.
4. Folikulitis
Ketika folikel terinfeksi, maka itu dapat menyebabkan munculnya luka lecet atau lepuhan yang berisi nanah pada penis. Kondisi ini tidak menular dan dapat ditangani tanpa pengobatan tambahan. Seorang pria dengan penyakit ini harus memiliki perhatian penuh pada kebersihannya.
Gejala dan Tanda-Tanda Penis Lecet
1. Jika disebabkan oleh infeksi
Tanda-tanda yang terjadi akibat infeksi biasanya kulit memerah dan lecet dapat menyerbu dengan mudah (impetigo bulosa); ada lepuhan kecil dan kulit mungkin terasa gatal atau memerah sebelum infeksi muncul (herpes).
2. Jika disebabkan oleh penyakit kulit
Gejala utama adalah sakit tenggorokan dan alat kelamin, nyeri otot, dan batuk. Dermatitis dapat menyebabkan lepuhan yang gatal, sedangkan Pemphigus cenderung untuk menyerang area yang menyakitkan.
3. Jika disebabkan oleh obat-obatan
Biasanya ini menyebabkan lecet berdarah di daerah penis, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Kondisi ini sangat serius dan tidak dapat diabaikan.
Paket Obat Herbal Penyakit Kelamin
Gang Jie dan Pipeca @50 kapsul
Harga Rp. 295.000,-
Konsultasi Dan Pemesanan hubungi no Customer Service kami Call/Sms
Tel-Sel : 0813 9002 7030 XL : 0877 7215 2579 WA : 0877 7215 2579
BBM : D11B4142
Macam-macam Jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) dan Gejalanya.
1. ULKUS MOLE (Chancroid)
Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi. Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain. Luka lebih dari diameter 2 cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah dan rasa nyeri. Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin. Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening dilipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri. Komplikasi yang mungkin terjadi: kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan penularan infeksi HIV. Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaan Gram dan Biakan agar selama seminggu.
2. KLAMIDIA
Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri. Gejala yang ditimbulkan: Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan; Nyeri di rongga panggul; Perdarahan setelah hubungan seksual. Komplikasi yang mungkin terjadi: Biasanya menyertai gonore; Penyakit radang panggul; Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian; Infeksi mata pada bayi baru lahir; Memudahkan penularan infeksi HIV. Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa.
3.SIPILIS
Sifilis atau raja singa adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejala awal sifilis adalah munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Luka atau lesi ini akan bertahan selama 1,5 bulan dan kemudian menghilang dengan sendirinya. Perlu diperhatikan bahwa lesi sangat menular, sentuhan dengan lesi dapat mengakibatkan seseorang tertular. Jika sifilis tidak ditangani, infeksi ini akan berlanjut ke tahap yang berikutnya dalam 4-10 minggu setelah lesi hilang.Mengatasi Keputihan Berlebih Pada Perempuan
Pada tahap berikutnya, gejala yang mirip dengan flu seperti demam, nyeri pada persendian, dan sakit kepala akan muncul. Kerontokan rambut hingga pitak juga bisa dialami penderita. Jika dibiarkan, infeksi sifilis bisa bertahan di dalam tubuh selama beberapa tahun tanpa menimbulkan gejala apapun. Yang perlu diwaspadai, selama masa itu bakteri akan menyebar ke bagian tubuh lain dan dapat menyebabkan kondisi serius berupa kelumpuhan, kebutaan, demensia, meningitis, gangguan jantung , dan masalah koordinasi. Untuk memastikan diagnosis sifilis, tes darah bisa dilakukan. Terkadang gejala yang muncul sulit dikenali sebagai penyakit sifilis, oleh karena itu segera lakukan tes darah jika mencurigai diri berisiko terkena sifilis.
Antibiotik seperti suntikan penisilin digunakan untuk mengobati sifilis. Jika sifilis diobati dengan benar, tahapan sifilis yang lebih parah bisa dicegah. Hindari hubungan seksual sebelum memastikan infeksi sifilis benar-benar hilang, yaitu sekitar 2 minggu setelah pengobatan selesai. Pastikan juga untuk memeriksakan kesehatan pasangan Anda saat ini atau orang yang pernah berhubungan seksual dengan Anda jika Anda terdiagnosis sifilis.
4. TRIKOMONIASIS
Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis. Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain: Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk; Sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman. Komplikasi yang bisa terjadi : lecet sekitar kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeksi HIV. Tes laboratorium untuk mendeteksi sediaan basah KOH.
5. SKABIES (GUDIG)
Merupakan penyakit menular yang salah satu bentuk penularannya adalah lewat kontak seks, selain kontak secara langsung, misalnya pemakaian selimut, handuk dll. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis parasit yang disebut Sarcopfes scabiei, dengan gejala klinik antara lain:
  • Gatal pada malam hari
  • Terdapat di sela jari, lipat siku, ketiak, daerah ujung kelamin dll
  • Merupakan infeksi di lingkungan keluarga.
  • Tanda pasti dari penyakit ini adalah ditemukannya kutu Sarcoples pada pemeriksaan secara mikrokopis.
6. KONDILOMA AKUMINALA – KUTIL KELAMIN
Sering disebut juga dengan penyakit Jengger Ayam atau Brondong Jagung dan penyakit ini disebabkan oleh sejenis virus yaitu : Humans Papilloma Virus (HPV). Penyakit ini menyerang pada usia 17-33 melalui kontak secara langsung.
Gejala klinisnya antara lain:
  • Blintil-blintil kecil berkelompok menjadi besar
  • Pada laki-laki terdapat di ujung penis
  • Pada wanita terdapat di : vagina, Labim mayor, klitoris
  • Keluar cairan berwarna putih, cair dan gatal
  • Rasa nyeri dan panas pada saat bersenggama
7. HERPES GENITAL (HSV-2)
Penyakit Herpes atau dalam bahasa jawanya disebut ‘dompo’ disebabkan oleh sejenis virus yang disebut Herpes Virus Simpleks tipe 2.
Gejala klinis Herpes yaitu:
Gelembung-gelembung kecil berisi cairan, kemudian terkumpul menjadi satu dan membesar menjadi luka cukup besar di sekitar alat kelamin. Penyakit ini bersifat kambuhan, terutama berkaitan dengan faktor psikis dan emosional seseorang, contohnya pada saat menstruasi, dll.Pengobatan Untuk Menyembuhkan Lenting Di Bibir Vagina
8. GONORE
Gonorrhea atau sering disebut GO (Kencing nanah) termasuk salah satu jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) yang sering di temukan kasusnya di Indonesia. Diperkirakan terdapat lebih dari 150 juta kasus GO di dunia setiap tahunnya, dan ini membuktikan bahwa GO merupakan penyakit menular seks yang cukup berbahaya. Kuman penyebabnya: Neisseria gonnorrhoeae. Masa inkubasi atau penyebaran kuman: 2–10 hari setelah hubungan seks. Tanda-tanda: nyeri pada saat kencing, merah, bengkak dan bernanah pada alat kelamin. Keluarnya cairan/ sekref kanfal seperti nanah dari alat kelamin, biasanya pada pria. Sementara diagnosa pada wanita sangat sulit. Komplikasi yang timbul: infeksi radang panggul, mandul, menimbulkan kebutaan pada bayi yang dilahirkan. Pemeriksaan: pewarnaan gram dan biakan agar.Kenapa Dubur Terasa Gatal Dan Mengeluarkan Cairan
Load disqus comments

0 komentar