Pencegahan Dan Cara Pengobatan Penyakit Kelamin

Pencegahan Dan Cara Pengobatan Penyakit Kelamin. Penyakit kelamin termasuk penyakit yang sangat di takuti oleh semua orang. Penyakit kelamin umumnya di derita oleh seseorang yang sering  melakukan hubungan seksual dengan banyak penderita atau dengan bergonta-ganti pasangan. Penyakit kelamin juga dapat di derita oleh siapa saja baik itu laki-laki ataupun perempuan baik tua ataupun muda. Pencegahan terhadap penyakit kelamin dapat di lakukan dengan berbagai cara termasuk dengan setia pada satu pasangan saja, Menggunakan kondom setiap melakukan hubungan Seksual terlebih dengan pasangan baru juga terbukti dapat mencegah terhadap penularn penyakit kelamin walaupun tidak 100 % dan lain sebagainya. 
Pengobatan terhadap penyakit kelamin juga dapat di lakukan menggunakan berbagai cara termasuk dengan menggunakan ramuan-ramuan tradisional menggunakan tanaman-tanaman yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kelamin dan tentunya menggunakan takaran-takaran tertentu. 
Kami dari De Nature Indonesia berusaha membantu penderita penyakit kelamin baik dari dalam atau dari luar negeri untuk menyembuhkan penyakitnya dengan menyediakan konsultasi gratis mengenai penyakit dan juga menyediakan obat herbal yang di produksi menggunakan tanaman-tanaman yang berkualitas yang di racik oleh tenaga ahli dan di buat menggunakan peralatan yang modern yang membuat obat kami lebih higienis dan khasiat dari tanamannya lebih terjaga.


4 Bakteri Penyebab Penyakit Menular Seksual 

1. Chlamydia trachomatis penyebab klamidia
Chlamydia trachomatis menyebabkan penyakit klamidia. Chlamydia trachomatis termasuk dalam genus Chlamydia dan mempunyai bentuk yang tidak beraturan. Ia membutuhkan inang pada sel makhluk hidup lain, sehingga bakteri ini tidak mungkin hidup di luar tubuh makhluk hidup. Inilah sebabnya bakteri ini senang menyerang sel epitel kolom pada leher rahim (serviks), uretra, dan rektum pada manusia.

Bakteri ini menginfeksi 131 juta orang secara global per tahunnya. Angka ini pun hanya perkiraan kasar, karena pada umumnya klamidia tidak memunculkan gejala khas. Ini menyebabkan orang tidak mengetahui apakah mereka sudah terinfeksi penyakit ini atau tidak.

Kalaupun memunculkan gejala, biasanya sering disalahpahami sebagai penyakit umum lain seperti nyeri pada alat kelamin, keputihan atau keluarnya cairan dari penis.

Gejala lain yang bisa ditimbulkan oleh klamidia adalah demam, pembengkakan vagina atau testis, sakit pada bagian perut bawah, cairan vagina tidak normal, keluarnya cairan dari penis yang tidak normal, nyeri saat pipis, dan sakit selama berhubungan seksual.

Hebatnya, klamidia tidak hanya menginfeksi alat kelamin, tapi juga bisa menjangkiti mata dan menyebabkan terjadinya peradangan selaput mata (konjugtivitis). Ini terjadi jika cairan vagina atau sperma yang terinfeksi terkena mata.

Bakteri ini hanya dapat tertular melalui hubungan seks dan bukan terjadi karena sebab lainnya, misalnya menggunakan toilet umum atau menggunakan handuk orang yang tertular.

2. Neisseria gonorrhae penyebab gonore atau kencing nanah

Neisseria gonorrhae merupakan bakteri penyebab penyakit gonore atau biasa disebut kencing nanah. Bakteri ini termasuk jenis bakteri gram negatif yang berbentuk kokus atau bulat. Biasanya, bakteri ini menempel dua-dua sehingga disebut diplokokus.

Bakteri ini dapat dengan mudahnya berkembang biak di membran mukus seperti di mulut, tenggorokan dan anus serta di organ genital seperti serviks, tuba fallopi dan uterus.

Penderita gonore dapat memiliki tanda dan gejala seperti nyeri atau sensasi panas saat buang air kecil, kencing nanah, sakit tenggorokan, nyeri pada alat kelamin hingga pembengkakan atau kemerahan pada lubang pipis laki-laki.

3. Treponema pallidum penyebab sipilis atau raja singa

Treponema pallidum adalah sejenis bakteri gram negatif yang berbentuk spiral.  Bakteri ini menyebabkan penyakit sifilis atau biasa disebut dengan raja singa. Seperti kedua jenis bakteri lain penyebab penyakit menular seksual, bakteri ini juga merupakan bakteri gram negatif. Bakteri penyebab penyakit sifilis ini ditemukan awalnya pada tahun 1912 di Jepang oleh Hideyo Noguchi.

Sipilis atau raja singa sudah lama ditakuti oleh orang-orang, karena dampaknya yang meluas bahkan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ vital seperti otak dan jantung. Selain itu, sifilis juga dapat tertular dari ibu ke anak di rahimnya. Ini yang disebut dengan sipilis kongenital.

Gejala awal dari penyakit ini adalah muncul bisul di kelamin, anus, atau mulut, namun tidak terasa nyeri. Bisul ini biasanya akan sembuh dalam waktu lima minggu. Kemudian muncul demam, sakit kepala, nyeri sendiri, sakit tenggorokan, membengkaknya kelenjar limpa pada ketiak, paha atau leher hingga muncul ruam pada penis, vagina atau mulut dan telapak tangan serta telapak kaki. Tahap ini bisa bertahan selama bertahun-tahun.

Kemudian, dalam kurun waktu 10 hingga 40 tahun kemudian, sipilis tidak memunculkan gejala khas hingga timbul kerusakan pada otak dan jantung. Tentu inilah yang dapat berakibat fatal jika tidak dideteksi di awal. Cara mencegahnya dengan segera konsultasikan ke dokter jika di daerah selangkangan Anda muncul ruam-ruam.

4. Herpes Simplex Virus (HSV) Penyebab Herpes Genital

HSV bukanlah sebuah bakteri melainkan virus yang menyebabkan penyakit kelamin Herpes Genital. Bakteri tersebut biasanya menginfeksi pada saluran kencing dan sperma (Uretra), Leher Rahim (Serviks), Dubur, Hingga Mulut dan Tenggorokan. Bakteri tersebut biasanya menimbulkan gejala pada hari ke 3 setelah penularannya atau masuknya virus tersebut terhadap penderita. 

Cara Penularan virus HSV umumnya dengan melakukan Hubungan Seksual dengan Penderita baik secara vaginal, anal, ataupun oral seks. Virus tersebut tidak hanya menular melalui Hubungan seksual saja, melakukan kontak langsung dengan luka akibat infeksi dari virus HSV juga dapat menularkan virus tersebut baik ke anggota tubuh lainnya dari penderita ataupun menular kepada orang lain. 

Gejala yang di timbulkan akibat virus HSV biasanya munculnya rasa gatal pada sekitar anggota tubuh tertentu hingga kemudian muncullah bentolan-bentolan kecil yang berisi cairan bening yang terasa gatal. Jika bentolan tersebut terpecah baik dengan di sengaja ataupun tidak, akan muncul lah luka yang mengoreng dan sangat gatal. Luka inilah yang sangat mudah untuk menular. Jika luka menginfeksi pada sekitar mulut dan bibir, Maka berciuman juga dapat menularkan virus tersebut karena termasuk dengan melakukan Kontak Langsung.

Paket Obat Herbal Penyakit Kelamin
Gang Jie dan Pipeca @50 kapsul
Harga Rp. 295.000,-


Konsultasi Dan Pemesanan hubungi no Customer Service kami
Call/Sms
Tel-Sel : 0813 9002 7030
   XL : 0877 7215 2579
  WA : 0877 7215 2579
BBM : D11B4142
Macam-macam Jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) dan Gejalanya.

1. ULKUS MOLE (Chancroid)

Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi. Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain. Luka lebih dari diameter 2 cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah dan rasa nyeri. Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin. Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening dilipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri. Komplikasi yang mungkin terjadi: kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan penularan infeksi HIV. Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaan Gram dan Biakan agar selama seminggu.

2. KLAMIDIA

Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri. Gejala yang ditimbulkan: Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan; Nyeri di rongga panggul; Perdarahan setelah hubungan seksual. Komplikasi yang mungkin terjadi: Biasanya menyertai gonore; Penyakit radang panggul; Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian; Infeksi mata pada bayi baru lahir; Memudahkan penularan infeksi HIV. Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa.

3.SIPILIS
Sifilis atau raja singa adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejala awal sifilis adalah munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Luka atau lesi ini akan bertahan selama 1,5 bulan dan kemudian menghilang dengan sendirinya. Perlu diperhatikan bahwa lesi sangat menular, sentuhan dengan lesi dapat mengakibatkan seseorang tertular. Jika sifilis tidak ditangani, infeksi ini akan berlanjut ke tahap yang berikutnya dalam 4-10 minggu setelah lesi hilang.

Pada tahap berikutnya, gejala yang mirip dengan flu seperti demam, nyeri pada persendian, dan sakit kepala akan muncul. Kerontokan rambut hingga pitak juga bisa dialami penderita. Jika dibiarkan, infeksi sifilis bisa bertahan di dalam tubuh selama beberapa tahun tanpa menimbulkan gejala apapun. Yang perlu diwaspadai, selama masa itu bakteri akan menyebar ke bagian tubuh lain dan dapat menyebabkan kondisi serius berupa kelumpuhan, kebutaan, demensia, meningitis, gangguan jantung , dan masalah koordinasi. Untuk memastikan diagnosis sifilis, tes darah bisa dilakukan. Terkadang gejala yang muncul sulit dikenali sebagai penyakit sifilis, oleh karena itu segera lakukan tes darah jika mencurigai diri  berisiko terkena sifilis.

Antibiotik seperti suntikan penisilin digunakan untuk mengobati sifilis. Jika sifilis diobati dengan benar, tahapan sifilis yang lebih parah bisa dicegah. Hindari hubungan seksual sebelum memastikan infeksi sifilis benar-benar hilang, yaitu sekitar 2 minggu setelah pengobatan selesai. Pastikan juga untuk memeriksakan kesehatan pasangan Anda saat ini atau orang yang pernah berhubungan seksual dengan Anda jika Anda terdiagnosis sifilis.

4. TRIKOMONIASIS

Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis. Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain: Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk; Sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman. Komplikasi yang bisa terjadi : lecet sekitar kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeksi HIV. Tes laboratorium untuk mendeteksi sediaan basah KOH.

5. SKABIES (GUDIG)

Merupakan penyakit menular yang salah satu bentuk penularannya adalah lewat kontak seks, selain kontak secara langsung, misalnya pemakaian selimut, handuk dll. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis parasit yang disebut Sarcopfes scabiei, dengan gejala klinik antara lain:
  • Gatal pada malam hari
  • Terdapat di sela jari, lipat siku, ketiak, daerah ujung kelamin dll
  • Merupakan infeksi di lingkungan keluarga.
  • Tanda pasti dari penyakit ini adalah ditemukannya kutu Sarcoples pada pemeriksaan secara mikrokopis.
6. KONDILOMA AKUMINALA – KUTIL KELAMIN

Sering disebut juga dengan penyakit Jengger Ayam atau Brondong Jagung dan penyakit ini disebabkan oleh sejenis virus yaitu : Humans Papilloma Virus (HPV). Penyakit ini menyerang pada usia 17-33 melalui kontak secara langsung. 
Gejala klinisnya antara lain:
  • Blintil-blintil kecil berkelompok menjadi besar
  • Pada laki-laki terdapat di ujung penis
  • Pada wanita terdapat di : vagina, Labim mayor, klitoris
  • Keluar cairan berwarna putih, cair dan gatal
  • Rasa nyeri dan panas pada saat bersenggama

7. HERPES GENITAL (HSV-2)


Penyakit Herpes atau dalam bahasa jawanya disebut ‘dompo’ disebabkan oleh sejenis virus yang disebut Herpes Virus Simpleks tipe 2.

Gejala klinis Herpes yaitu:

Gelembung-gelembung kecil berisi cairan, kemudian terkumpul menjadi satu dan membesar menjadi luka cukup besar di sekitar alat kelamin. Penyakit ini bersifat kambuhan, terutama berkaitan dengan faktor psikis dan emosional seseorang, contohnya pada saat menstruasi, dll.

8. GONORE



Gonorrhea atau sering disebut GO (Kencing nanah) termasuk salah satu jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) yang sering di temukan kasusnya di Indonesia. Diperkirakan terdapat lebih dari 150 juta kasus GO di dunia setiap tahunnya, dan ini membuktikan bahwa GO merupakan penyakit menular seks yang cukup berbahaya. Kuman penyebabnya: Neisseria gonnorrhoeae. Masa inkubasi atau penyebaran kuman: 2–10 hari setelah hubungan seks. Tanda-tanda: nyeri pada saat kencing, merah, bengkak dan bernanah pada  alat kelamin. Keluarnya cairan/ sekref kanfal seperti nanah dari alat kelamin, biasanya pada pria. Sementara diagnosa pada wanita sangat sulit. Komplikasi yang timbul: infeksi radang panggul, mandul, menimbulkan kebutaan pada bayi yang dilahirkan. Pemeriksaan: pewarnaan gram dan biakan agar.

9. AIDS

AIDS (Acquired Immuno Defisiency Syndrome) merupakan suatau bentuk sindromata atau kumpulan gejala yang terjadi akibat menurunan kekebalan tubuh serta drastis, dan virus penyebabnya adalah HIV atau Humanus Immunodeficiency Virus. Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara darah, semen, sekref vagina, serta cairan-cairan tubuh yang lain. Sebagian besar (75%) penularan terjadi melalui hubungan kelamin. Infeksi oleh HIV memberikan gejala klinik yang tidak spesifik, mulai dari tanpa gejala pada stadium awal sampai gejala-gejala yang berat pada stadium yang lebih lanjut.

Saat ini AIDS tergolong jenis PMS yang paling berbahaya, karena
  • Belum ada obat atau vaksinasinya
  • Gejala baru terlihat 5-10 tahun kemudian
  • Penyebarannya sangat cepat
  • Mayoritas Penderita berujung pada kematian
Penularan AIDS bisa terjadi lewat:
  • Kontak seksual
  • Jarum suntik terkontaminasi/jarum suntik bekas pakai
  • Transfusi darah / produk-produk darah
  • Lewat ibu yang mengandung/menyusui
Selain itu AIDS juga bisa terjadi karena semakin banyaknya kelompok-kelompok berisiko tinggi, diantaranya:
  • Para pencandu obat bius, narkotika; dll
  • WTS atau pekerja seks
  • Kaum homoseksual maupun heteroseksual
  • Penderita thalasemia.
  • Semakin Banyaknya Pelaku Seks Bebas
10. Donovanosis

Penyakit yang juga disebut granuloma inguinale ini disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis. Penyebaran penyakit ini biasa terjadi melalui vagina atau seks anal dan sangat jarang ditularkan melalui seks oral. Kebanyakan penderita dari penyakit ini adalah pria. Penyakit ini akan menggerogoti jaringan alat kelamin secara perlahan. Jika terkena penyakit ini, penderita akan merasakan beberapa gejala seperti:
  • Muncul luka di sekitar bokong serta benjolan berwarna merah di sekitar anus dan alat kelamin.
  • Alat kelamin dan kulit di sekitarnya akan memudar warnanya.
  • Lapisan kulit perlahan terkelupas, kemudian benjolan akan membesar akibat proses peradangan. Kulit tidak nyeri pada fase ini, tetapi mudah sekali berdarah.
  • Kerusakan jaringan bisa meluas hingga pangkal paha.
Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan biopsi pada lesi penderita untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Jika positif terkena donovanosis, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik pada penderita untuk dikonsumsi selama 3 minggu. Jika tidak ditangani dengan benar, penderita donovanosis akan berisiko terkena beberapa komplikasi seperti:
  • Kerusakan dan pembentukan jaringan parut pada organ genital.
  • Warna kulit pada alat kelamin dan sekitarnya akan memudar.
  • Pembengkakan permanen pada organ genital akibat jaringan parut.
11.Lymphogranuloma Venereum

Penyakit yang juga dikenal dengan nama LGV atau penyakit Durand-Nicholas-Favre ini disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi bakteri ini biasanya terjadi pada sistem limfatik. LGV sendiri dibagi menjadi tiga, LGV primer, LGV sekunder dan LGV tersier.
Berikut beberapa karakteristik LGV primer:
  • Gejala muncul 3-21 hari setelah terjadi kontak antara seseorang dengan bakteri.
  • Pria lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan wanita.
  • Muncul beberapa kelompok lesi yang mirip dengan infeksi herpes.
  • Penderita biasanya akan mengalami gejala peradangan uretra (uretritis).
  • Pada pria, LGV primer akan berdampak pada bagian tubuh di sekitar penis hingga uretra, serta anus.
  • Pada wanita, LGV primer akan berdampak pada bagian tubuh di sekitar vagina.
Sedangkan pada penderita LGV sekunder biasanya gejala muncul 10 sampai 30 hari setelah penderita terpapar bakteri namun butuh beberapa bulan untuk berkembang.

Beberapa ciri-ciri LGV sekunder adalah:
  • Lesu.
  • Nyeri pada sendi.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Pembengkakan nodus limfa.
  • Muncul bercak beralur.
  • Kulit penderita akan terkena eritema multiforme, urtikaria, eritema nodosum, atau ruam.
Pada penderita LGV tersier, gejalanya baru akan muncul hingga 20 tahun setelah penderita terinfeksi bakteri.
Beberapa ciri LGV tersier lainnya adalah:

  • Proktokolitis (peradangan pada dubur dan usus besar).
  • Rasa gatal pada bagian bokong.
  • Tinja bercampur darah.
  • Nyeri pada dubur.
  • Tenesmus (muncul dorongan untuk buang air besar secara terus menerus).
  • Penurunan berat badan.
  • Fibrosis dubur.
  • Esthiomene (pembesaran granuloma menahun disertai ulserasi dan erosi pada alat kelamin wanita).



Pengobatan Penyakit Kelamin

Dengan bertambahnya hari, penderita penyakit kelamin semakin bertambah banyak yang di sebabkan karena semakin maraknya kegiatan seks bebas baik dari pergaulan bebas pemuda pada zaman sekarang atau karena semakin menjamurnya tempat-tempat prostitusi baik di dalam kota-kota besar sampai masuk ke pelosok-pelosok desa. Oleh sebab Itu, Kami Berusaha membantu para penderita penyakit kelamin dengan melayani konsultasi gratis seputar penyakit kelamin dan juga menyediakan Produk obat herbal yang kami produksi menggunakan bahan yang 100% alami yang di ramu oleh tenaga ahli kami, serta di bantu dengan peralatan yang modern yang tentu lebih higienis.

Produk kami aman untuk di konsumsi terbukti dengan sudah terdaftarnya produk kami pada BPOM (Badan Pengawas Obat Dan Makanan) dan bisa anda cek sendiri pada webnya BPOM.


Selain sudah terdaftar pada BPOM produk kami juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI (Majlis Ulama Indonesia) 



Untuk Penyembuhan pada Penyakit Kelamin Kita memiliki beberapa Paket Pengobatan seperti berikut ini :

Paket 1
Obat Herbal
Gang Jie dan Pipeca @50 kapsul
Harga Rp. 295.000,-



Paket 2
Obat Herbal
Gang Jie, Pipeca, dan Habatop @50 Kapsul
Harga Rp. 445.000.-

Paket 3 
Obat Herbal
Gang Jie, Pipeca, Habatop, Dan BD (Bersih Darah) @50 kapsul
Harga Rp. 550.000.-


Konsultasi Dan Pemesanan hubungi no Customer Service kami
Call/Sms
Tel-Sel : 0813 9002 7030
   XL : 0877 7215 2579
  WA : 0877 7215 2579
BBM : D11B4142

Manfaat Penggunaan Obat Herbal
  • Proses Penyembuhan yang lebih cepat
  • Harganya yang Lebih Murah
  • Tidak Perlu Di Suntik
  • Tidak Menimbulkan Efek Samping Apapun
  • Dll

Cara Memesan Obat Penyakit Kelamin


Untuk cara pemesanan pada kami hampir sama saja dengan melakukan transaksi via online lainnya yaitu dengan mengirimkan format pesanan via Sms/Wa ke nomor Customer Service Kami.

Contoh Format pesanan

Nama Lengkap#Alamat Lengkap#Obat Yang Di Pesan#jumlah Pesanan#Bank Yang Di Gunakan.

Contoh Sinwani#JL Dahlia No 06 Langensari Jawa Barat#Obat Kencing Nanah#Paket 1#Bank BCA.

Untuk Nomor Rekening dapat di tanyakan kepada customer service kami ketika akan melakukan pembayaran.

Untuk Proses Pengiriman Barang Akan Langsung Kami Proses Setelah Pembayaran kami terima. Pengiriman Paket Kita mempercayakan kepada agen terpercaya seperti JNE, TIKI, Dan POS INDONESIA menggunakan paket kilat sehingga barang datang secepat mungkin kepada anda. 

Pengiriman paket di lakukan setiap hari (kecuali hari libur dan minggu) pada jam 09.00 sampai 10.00. Jika transfer masuk pada jam 10.00 ke atas paket akan di kirim pada hari berikutnya. 


Kelebihan Memesan Obat Herbal De Nature Via Online 
  • Anda tidak perlu merasa malu untuk konsultasi tentang penyakit anda
  • Menghemat waktu, karena dapat memesan dari mana saja baik dari tempat kerja ataupun dari rumah sendiri dan tinggal menunggu sampai paket datang
  • Rahasia anda terjamin dengan tulisan pada paket yang tidak menyebutkan nama obat, serta label pada kemasan yang mudah di kupas untuk privasi anda
  • Barang Di Jamin Sampai Alamat dengan Garansi Uang kembali 100% Jika Pesanan tidak sampai Alamat 
  •  Anda Dapat berbelanja kapanpun selama 24 jam 
Kesembuhan adalah yang utama, Pengobatan adalah Prosesnya, De Nature Lah Ahlinya

Referensi:
Beberapa situs tentang kesehatan seperti alo dokter, hello sehat dan lain sebagainya.

Load disqus comments

0 komentar